ADOPSI IFRS DI BERBAGAI NEGARA

Posted: June 26, 2014 in Soft Skills

International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB), sebuah lembaga internasional yang bertujuan untuk mengembangkan suatu standar akuntansi yang tinggi, dapat dimengerti, diterapkan, dan diterima secara internasional.
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu :

1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
2. Komisi Masyarakat Eropa (EC)
3. Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC)
4. Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC)

 

Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.
International Organization of Securities Commissions (IOSCO) sangat berkepentingan dengan IFRS karena dapat memperkuat integritas pasar modal international dengan cara mempromosikan standar akuntansi berkualitas tinggi, termasuk penerapan standar yang cermat dan hati-hati dan penegakan hukum.
IFRS merupakan kelanjutan dari International Accounting Standards (IAS) yang sudah ada sejak tahun 1973 dan digunakan secara luas oleh negara-negara di Eropa, Inggris dan negara-negara persemakmuran Inggris. IAS disusun oleh International Accounting Standards Committee (IASC). IASC bertahan sampai dengan 2001 dan perannya digantikan IASB.

 

 

NEGARA YANG MENGACU IFRS
1. Australia; IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi secara lokal, dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Australia adalah Hukum Umum.
2. Kanada; IFRS yang berlaku adalah yang dipublikasikan oleh IASB, dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan interim dan tahunan. Sistem Hukum yang dianut Kanada adalah Hukum Umum.
3. Perancis; IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union, penulis), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Perancis adalah Hukum Kode.
4. Jerman; IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Jerman adalah Hukum Kode.
5. Inggris; IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Inggris adalah Hukum Umum.
6. Irlandia; IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Irlandia adalah Hukum Umum.
7. Belanda; IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Belanda adalah Hukum Kode.
8. Jepang; IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh Financial Service Agency, dan diperbolehkan diterapkan untuk perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat tertentu. Sistem Hukum yang dianut Jepang adalah Hukum Kode.
9. Meksiko; IFRS yang berlaku adalah yang dipublikasikan oleh IASB. Sistem Hukum yang dianut Meksiko adalah Hukum Kode.
10. Amerika serikat; IFRS belum diberlakukan. Perusahaan luar negeri yang terdaftar di pasar modal dapat menggunakan IFRS tanpa harus melakukan konversi ke standar yang berlaku di Amerika Serikat. Sistem Hukum yang dianut Amerika Serikat adalah Hukum Umum.

 

Analisis;
1. Daftar negara yang telah menerapkan IFRS tersebut

Sebanyak 85 negara telah mewajibkan laporan keuangannya menggunakan International Financial Reporting Standard sebagai standar akuntansi internasional untuk semua perusahaan.
“Oleh karena itu, perusahaan yang `go international` atau memiliki mitra dari Uni Eropa, Australia, Rusia, dan beberapa negara di Timur Tengah tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan International Financial Reporting Standard (IFRS),” kata anggota Partner Pricewaterhouse Cooper, Dhojan Pinnarwan di Yogyakarta, Jumat.
Berbicara dalam seminar “IFRS Development and Integrated Reporting”, Dhojan mengatakan meski IFRS belum menjadi “one global accounting standard”, standar itu telah digunakan sekitar 150 negara termasuk Jepang, China, Kanada, dan 27 negara di Uni Eropa.
“Melalui IFRS bisa diketahui bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangan berdasarkan standar yang bisa diterima secara global,” katanya.
Ia mengatakan, jika sebuah negara beralih ke IFRS itu berarti negara tersebut sedang mengadopsi bahasa laporan keuangan global yang akan membuat perusahaan bisa dimengerti oleh pasar dunia.
“Beralih ke IFRS bukan sekadar pekerjaan mengganti angka-angka di laporan keuangan, tetapi mengubah pola pikir dan cara semua elemen di dalam perusahaan,” katanya.
Menurut dia, munculnya IFRS tidak bisa dilepaskan dari perkembangan global terutama yang terjadi pada pasar modal.
Hal itu ditambah perkembangan teknologi informasi di lingkungan pasar yang terjadi begitu cepat yang berdampak pada banyak aspek di pasar modal hingga ketersediaan jaringan informasi ke seluruh dunia.
Bahkan, dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi informasi pasar modal, jutaan bahkan miliaran investasi dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar modal di seluruh dunia tanpa dihalangi oleh teritori negara.
“Perkembangan yang mengglobal seperti itu dengan sendirinya menuntut adanya satu standar akuntasi yang dibutuhkan oleh pasar modal atau lembaga yang memiliki `agency problem`,” katanya.
Ia mengatakan, pemerintah Indonesia berencana menggunakan IFRS sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
“Rencananya mulai 2012, pemerintah dan perusahaan bisnis akan beralih menggunakan IFRS sebagai pengganti standar akuntansi United States Generally Accepted Accounting Principles (US GAAP),” katanya.

 

Berikut daftar negara-negara yang telah menerapkan IFRS :

 

Abu Dhabi – United Arab Emirates
IFRSs required for all banks, permitted for other companies Note 23

Albania
IFRSs required for financial institutions, subsidiaries of internationally listed parents, and large companies
Algeria
IFRSs not permitted
American Samoa IFRSs permitted
Anguilla
Antigua and Barbuda IFRS for SMEs
Argentina
IFRSs not permitted
Armenia IFRSs required for all
Aruba
Austria
IFRSs permitted in consolidated statements, prohibited in separate statements.
Australia
Australian IFRS equivalents required for some large unlisted, permitted for others.
Azerbaijan
Separate IFRS financial statements required for banks (listed and unlisted) and, starting 2008, for large state-owned enterprises. For others, IFRSs permitted.
Bahamas
IFRSs permitted. IFRS for SMEs permitted for all companies that do not have public accountability
Bahrain IFRSs required for all
Bangladesh

Barbados
Companies may choose full IFRSs or IFRS for SMEs
Belgium
IFRSs required in consolidated statements of unlisted banks and credit institutions, permitted for other companies. IFRSs not permitted in separate company statements.
Belarus
IFRSs required for banks
Belize
Unlisted companies may use IFRSs or other internationally accepted standards (particularly US GAAP or Canadian GAAP).
Benin IFRSs not permitted
Bermuda
Bhutan
Bolivia
Bosnia and Herzegovina
Botswana
IFRSs required for some, permitted for others
Brazil
IFRSs not permitted
Brunei Darussalam
IFRSs are permitted but not often used
Bulgaria
IFRSs required in both the consolidated and separate company financial statements of unlisted financial institutions and all large unlisted limited liability entities. Other unlisted companies are permitted to use IFRSs.
Burkina Faso IFRSs not permitted
Burundi
IFRSs not permitted
Cambodia

Canada
IFRSs permitted (starting 2011)
Cayman Islands
Chile
IFRSs required starting 2009.
China
Note 14

Cote D’Ivoire (Ivory Coast) IFRSs not permitted
Colombia
IFRSs not permitted
Costa Rica IFRSs required for all
Croatia (Hrvatska)
IFRSs required for all financial institutions and large unlisted companies, permitted for others
Cuba
IFRSs not permitted
Cyprus
IFRSs required for all
Czech Republic
IFRSs as adopted by EU permitted in consolidated statements. Companies that follow IFRSs as adopted by EU for their consolidated financial statements and companies that are part of a group which prepare their consolidated financial statements under IFRS as adopted by EU are permitted to use IFRSs as adopted by EU also for their separate financial statements.
Denmark
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements
Dominica
Dominican Republic
IFRSs permitted
Dubai – United Arab Emirates
IFRSs required for all banks, permitted for other companies Note 23

Ecuador
IFRS required for some in 2011, all in 2012
Egypt
El Salvador

Eritrea
IFRSs are required for Government-owned enterprises, newly privatised companies (large taxpayers, or ‘LTOs’), banks, and insurance companies.
Estonia
IFRSs required in both consolidated and separate financial statements of financial institutions. IFRSs permitted in both consolidated and separate statements of other companies.
Fiji
IFRSs required for government majority owned, banking, financial institutions, medium and large, and others.
Finland
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements.
France
IFRSs permitted in consolidated statements, prohibited in separate company statements.
Gambia IFRSs are permitted
Germany
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements. Statutory accounts that conform to national GAAP are also required.
Georgia IFRSs required in both consolidated and separate company statements.
Ghana
IFRSs required for unlisted banks, utilities, brokerage, insurance, government-owned businesses starting 2007. IFRSs will be required for all other unlisted entities starting 2009.
Gibraltar IFRSs permitted except for some regulated companies that will prepare under UK GAAP
Grenada
Greece
IFRSs permitted in audited consolidated and separate company financial statements.
Greenland Danish Accounting Standards are normally followed, though IFRSs are permitted
Guam
IFRSs not permitted. Unlisted companies follow US GAAP.
Guatemala
IFRSs required for all
Guyana
Companies may choose full IFRSs or IFRS for SMEs
Haiti
IFRSs permitted for all
Honduras IFRSs required for all
Hong Kong
Hong Kong IFRS equivalents permitted
Hungary
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements. Statutory accounts that conform to national GAAP are also required.
Iceland
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements
India
IFRSs not permitted
Indonesia
IFRSs not permitted
Iran IFRSs not permitted
Iraq
All banks including unlisted.
Ireland
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements.
Israel
IFRSs permitted (except banks)
Italy
IFRSs permitted in consolidated financial statements except for very small companies. IFRSs permitted in separate company statements except for very small, insurance companies, and some regulated companies.
Jamaica
IFRSs required for all
Japan
IFRSs not permitted
Jordan
IFRSs required for some (banks, insurance companies), all other companies have the choice between IFRSs and the IFRS for SMEs
Kazakhstan
IFRSs required for all banks, joint stock companies, and other significant public interest companies, including extractive industry companies and companies with Governmental ownership)
Kenya IFRSs required for all
Korea (South)
IFRS required for financial institutions and state-owned companies; IFRS permitted for other unlisted companies
Kuwait IFRSs required for all
Kyrgyzstan
IFRSs required for all
Laos
Latvia
IFRSs required for financial institutions, not permitted for others
Lebanon IFRSs required for all
Liberia IFRS required for all banks from 2012, most other companies use US GAAP
Liechtenstein
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements
Lesotho
Lithuania
IFRSs required for some financial institutions, permitted for others
Luxembourg
IFRS permitted, subject to approval in most cases Note 22

Libya IFRSs required for commercial banks Note 24

Macau IFRSs permitted
Macedonia IFRSs not permitted
Madagascar IFRSs required for some
Malawi
IFRSs not permitted
Malaysia
IFRSs not permitted
Maldives IFRSs permitted
Mali IFRSs not permitted
Malta
IFRSs permitted for all
Mauritania
IFRSs not permitted
Mauritius
IFRSs required for some, permitted for others
Mexico
IFRSs permitted
Moldova IFRSs permitted
Mongolia
IFRSs required for all
Montenegro
IFRSs required for all
Morocco

Mozambique
Required for banks (2007), large unlisted (starting 2010), and medium-sized unlisted (starting 2011)
Myanmar
Namibia

Netherlands
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements.
Netherlands Antilles
Nepal
IFRSs permitted
New Caledonia As a French Department, New Caledonia follows French accounting requirements. This means that, for unlisted companies, IFRSs are permitted in consolidated statements, prohibited in separate company statements.
New Zealand
New Zealand IFRS equivalents required for large unlisted, permitted for others
Nicaragua
IFRSs required for all
Niger IFRSs not permitted
Nigeria

Norway
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements.
Oman
IFRSs required for all
Pakistan
IFRSs not permitted
Panama
IFRSs required for some, IFRS for SMEs for others. However the law requiring IFRSs is under legal challenge.
Papua New Guinea
Paraguay
IFRSs permitted
Peru

Philippines

Poland
IFRSs required for consolidated financial statements of banks, permitted in consolidated financial statements of companies that have applied for stock exchange listing or whose parent uses IFRSs. IFRSs permitted in the separate financial statements of companies that have applied for stock exchange listing or whose parent uses IFRSs, prohibited in the separate financial statements of other companies.
Portugal
IFRSs required in consolidated financial statements of banks and financial institutions, permitted for others. IFRSs permitted in separate company statements of a company that is within the scope of a consolidated group that uses IFRSs, not permitted for other companies.
Qatar IFRSs required for all
Reunion As a French Department, Reunion follows French accounting requirements. This means that, for unlisted companies, IFRSs are permitted in consolidated statements, prohibited in separate company statements.
Romania
IFRSs required for consolidated financial statements of banks, permitted in consolidated financial statements of companies that have applied for stock exchange listing or whose parent uses IFRSs. IFRSs permitted in the separate financial statements of companies that have applied for stock exchange listing or whose parent uses IFRSs, prohibited in the separate financial statements of other companies.
Russia

Samoa
IFRSs are permitted
St Kitts and Nevis
Saudi Arabia
IFRSs not permitted
Senegal
IFRSs not permitted
Serbia (Republic of)
IFRSs required for all
Sierra Leone
IFRSs required for some, IFRS for SMEs for others
Singapore
No. Singapore FRSs required Note 13

Slovenia
IFRSs required for financial institutions, permitted for others
Slovak Republic
IFRSs required for all
South Africa
IFRS permitted or IFRS for SMEs
Spain
IFRSs permitted in consolidated statements, prohibited in separate company statements
Sri Lanka
IFRSs not permitted
Suriname
IFRSs are permitted
Swaziland
Sweden
IFRSs permitted in consolidated statements, prohibited in separate company statements
Switzerland

Taiwan
IFRSs not permitted
Tajikistan
IFRSs required for all
Tanzania
IFRSs required for ‘international companies’.
Thailand
IFRSs not permitted
Togo IFRSs not permitted
Trinidad and Tobago
IFRS permitted or IFRS for SMEs
Tunisia IFRSs not permitted
Turkey
IFRS required for some, permitted for others
Turkmenistan

Uganda
Ukraine
IFRSs permitted
United Kingdom
IFRSs permitted in both consolidated and separate company statements
United States
IFRSs permitted
Uruguay

Uzbekistan IFRSs not permitted
Vanuatu
IFRSs permitted
Venezuela
2004 IFRSs required starting 2007.
Vietnam

Virgin Islands (British)
Virgin Islands (US) IFRSs not permitted. Unlisted companies follow US GAAP.
West Bank/Gaza

Yemen
IFRSs permitted
Zambia
IFRSs permitted
Zimbabwe

 

2. Jelaskan bagaimana sifat adopsi yang telah dilakukan, apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi)?

Penerapan IFRS di sebagian besar Negara-negara di dunia masih bersifat harmonisasi atau
dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional. Sama seperti di Indonesia, Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS).

 

Namun ada pula 3 negara yang paling banyak mengacu pada IFRS, diantaranya;
1. Kanada
Kanada merupakan Negara bekas jajahan Perancis dan Britania Raya yang menjadi anggota La Francophonie dan Negara Persemakmuran. Kanada juga merupakan negara industri dan teknologi maju, berkecukupan dalam pengadaan energi dikarenakan tersedianya bahan bakar fosil, energi nuklir, dan tenaga hidroelektrik. Selain itu, Kanada juga termasuk dalam The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors.
Sebagai salah satu Negara G-20, Kanada sudah mengadopsi secara penuh International Financial Reporting Standards (IFRS) pada tahun 2011 dan meninggalkan US GAAP. Adopsi IFRS di Kanada tidak tanggung-tanggung karena semua perusahaan publik di Kanada hanya punya pilihan menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuanganya. IFRS yang berlaku pun langsung bersumber dari IASB. Namun, Kanada termasuk Negara yang cukup “hati-hati” dalam mengadopsi IFRS, terbukti Kanada memberikan waktu transisi yang lebih panjang untuk beberapa industri tertentu yang dirasa butuh persiapan lebih panjang.
Sebagai Negara yang memiliki ikatan sejarah dengan Inggris, Kanada juga menganut sistem hukum umum seperti di Inggris dimana memiliki karakter berorientasi terhadap ‘penyajian wajar’, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahaan akuntansi keuangan dan pajak.
2. Korea Selatan
Korea Selatan adalah sebuah Negara di bagian timur benua Asia yang memiliki kekuatan ekonomi pasar yang besar dan menempati urutan ke-15 berdasarkan PDB. Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau. Nilai ekspornya merupakan terbesar ke-8 di dunia, sementara nilai impornya terbesar ke-11. Selain itu, Korea Selatan juga termasuk dalam kelompok The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors.
Sebagai anggota dari G-20, Korea Selatan telah mewajibkan semua perusahaan dan lembaga keuangan yang terdaftar untuk menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuanganya sejak tahun 2011.
Korea Selatan termasuk Negara yang paling banyak mengacu pada IFRS mengingat tidak hanya perusahaan yang go public, perusahaan privat dan UKM pun banyak yang menggunakan IFRS dalam penyusunan laporan keuangannya, dimana IFRS yang dianut adalah IFRS yang dipublikasikan langsung oleh IASB. Sistem hukum yang dianut oleh Korea Selatan adalah hukum kode (Eropa Continental).
3. Meksiko
Meksiko adalah sebuah negara yang terletak di Amerika Utara yang terkenal kaya dengan minyak bumi dan pernah menjadi negara terbesar ke-10 penghasil minyak bumi di dunia. Meksiko juga merupakan pengekspor perak yang terpenting di dunia. Meksiko termasuk Negara yang berpengaruh di dunia dan banyak mengadakan transaksi ekspor impor dengan banyak Negara di dunia. Oleh karena itu demi kelancaran transaksinya, Meksiko mengadopsi IFRS sebagai standar akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sudah go public dalam menyusun laporan keuangannya.
CNBV merupakan lembaga otoritas jasa keuangan dan perbankan di Meksiko yang menetapkan penggunaan IFRS di Negara ini. Periode pengadopsian dimulai secara sukarela mulai tahun 2008 dan sudah diwajibkan mulai tahun 2012. IFRS yang diadopsi di Meksiko bersumber langsung dari IASB tanpa adanya perubahan-perubahan ataupun tambahan. Selain itu, Meksiko menetapkan agar laporan keuangan perusahaan harus diaudit sesuai dengan standar audit internasional. Sistem hukum yang dianut oleh Meksiko adalah hukum kode.

 
http://www.iasplus.com/en/resources/ifrs-topics/use-of-ifrs/#totals
http://arikapriliani.blogspot.com/2014/05/daftar-negara-dan-perusahaan-yang.html
https://id.berita.yahoo.com/85-negara-wajibkan-laporan-keuangan-gunakan-ifrs-122818335.html
http://melaniapuspa.blogspot.com/2014/04/tugas-bab-2-daftar-perusahaan-dan_28.html
http://sarrahceria.blogspot.com/2012/03/makalah-perbandingan-harmonisasi-ifrs.html

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s