INFLASI (INFLATION)

Posted: April 14, 2011 in Soft Skills

1. Definisi Inflasi

Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga umum untuk menaik secara umum dan terus menerus atau juga dapat dikatakan suatu gejala terus naiknya harga-harga barang dan berbagai faktor produksi umum,secara terus-menerus dalam periode tertentu.Perlu diingat bahwa kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi.

2. Penyebab Inflasi

  1. Demand Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan permintaan agregat yang melebihi kenaikan penawaran agregat
  2. Supply Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan penawaran agregat yang melebihi permintaan agregat
  3. Demand Supply Inflation, yaiti inflasi yang disebabkan oleh kombinasi antara kenaikan permintaan agregat yang kemudian diikuti oleh kenaikan penawaran agregat,sehingga harga menjadi meningkat lebih tinggi
  4. Supressed Inflation atau Inflasi yang ditutup-tutupi, yaitu inflasi yang pada suatu waktu akan timbul dan menunjukkan dirinya karena harga-harga resmi semakin tidak relevan dalam kenyataan

3. Penggolongan Inflasi

1. Berdasarkan Parah Tidaknya Inflasi

  • Inflasi Ringan (Di bawah 10% setahun)
  • Inflasi Sedang (antara 10-30% setahun)
  • Inflasi Berat ( antara 50-100% setahun)
  • Hiper Inflasi (di atas 100% setahun)

2. Berdasarkan Sebab musabab awal dari Inflasi

  • Demand Inflation, karena permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat
  • Cost Inflation, karena kenaikan biaya produksi

3. Berdasarkan asal dari inflasi

  • Domestic Inflatuon, Inflasi yang berasal dari dalam negeri
  • Imported Inflation, Inflasi yang berasal dari luar negeri

4. DAMPAK DARI INFLASI

Inflasi yang tinggi akan mengurangi daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga akan menurun.

Adanya inflasi tentunya menjadi kekhawatiran semua pihak, khususnya pada sektor ekonomi di tingkat mikro. Bila melihat perkembangan inflasi nasional di bulan ini, secara parsial angka kumulatif inflasi sekira 17 persen, sementara secara keseluruhan pada 2005 rata rata kumulatif 10 persen. Sedangkan pihak pemerintah sendiri mengharapkan angka-angka tersebut pada 2006 yang dapat ditekan menjadi rata-rata sekira 8 persen.

Bagi Bank Indonesia, munculnya angka persentase ini dirasakan tinggi untuk menekannya melalui kebijakan uang ketat (tight money policy).

Harapan BI dengan adanya kebijakan setidaknya perputaran uang di tengah masyarakat dapat dikurangi. Dan pengurangan dapat menekan angka inflasi. Kebijakan uang ketat ini bisa berjalan efektif selama masyarakat komitmen memegang rupiah. Rupiah dirasakan lebih untung jika dibandingkan memegang dolar Amerika Serikat.

Dampak lain, yakni dengan semakin kuatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hasrat menabung masyarakat dalam rupiah semakin tinggi. Pada akhirnya, investor asing mau menanamkan investasinya ke dalam negeri. Jika semua berjalan mulus, tanpa adanya gangguan faktor eksternal, strategi yang dijalankan Bank Indonesia akan mampu menekan angkat, dan tingkat inflasi yang tengah berjalan.

Dalam menekan laju inflasi melalui tight money policy ada beberapa faktor yang juga ikut menentukan tinggi rendahnya inflasi.

1.      pasokan kebutuhan dan kelancaran distribusinya, infrastruktur serta sarana transportasi.

2.      perdagangan luar negeri, peraturan kepabeanan serta sarana kepelabuhan.

3.      faktor musim, bencana alam

4.      kondisi moneter regional/internasional, kebijakan moneter federal reserve bank.

4.1 Dampak Postitif Inflasi

Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.
Orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar).

4.2 Dampak Negatif Inflasi

Pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

5. CARA MENGHITUNG INFLASI

Dalam perhitungan inflasi ada tiga metode yang dipakai :
1. Indeks Harga Konsumen
2. Indeks Harga Perdagangan Besar
3. GDP deflator

BPS memakai IHK dalam perhitungan inflasinya, rumusnya adalah IHKt-(IHKt-1)/IHKt-1. Atau membendingkan indeks tahun bersangkutan dengan sebelumnya/basis.

6. CARA MENGATASI INFLASI

BI bisa melakukan Kebijakan uang ketat meliputi :

1.      peningkatan tingkat suku bunga;

2.      penjualan surat berharga (SBI);

3.      peningkatan cadangan kas;

4.      pengetatan pemberian kredit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s